LAPORAN AKSI NYATA

SOSIALISASI PROGRAM GURU PENGGERAK

FILOSOFI KI HADJAR DEWANTARA DAN BUDAYA POSITIF DI SMK N 1 KARANGANYAR

 

1.       Latar Belakang

Budaya positif merupakan salah satu perwujudan dari filosofi Ki Hadjar Dewantara yaitu tentang terciptanya sebuah sekolah sebagai sebuah taman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai suatu proses menuntun segala kodrat pada anak,hidup tumbuhnya anak itu diluar dari kecakapan atau kehendak  seorang pendidik,setiap anak adalah mahluk ,manusia dan benda hidup yang hidup dan bertumbuh menurut kodratnya sendiri. Oleh Karenanya seorang pendidik hanyalah sebagai seorang pamong dalam pembelajaran yang di lakukan. Dengan pembiasaan budaya positif di lingkungan sekolah maka pendidik  bisa menjadi teladan, pendorong, dan penyemangat bagi anak didik. Menciptakan lingkungan kelas dan lingkungan sekolah yang memiliki Budaya Positif akan membuat anak didik  bersemangat untuk belajar.

 

2.       Tujuan

  • Menumbuhkan budaya positif dengan keyakinan kelas
  • Mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid
  • Murid terlibat secara aktif dalam membuat keyakinan kelas
  • Terciptanya budaya positif dalam menanggulangi sampah plastik di sekolah
  • Terciptanya budaya positif sekolah bebas sampah plastik
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah

 

3.       Deskripsi Aksi Nyata

Dalam kegiatan aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik ini, calon guru penggerak melaksanakan program aksi nyata melalui langkah- langkah aksi nyata sebagai berikut :

  • Berkoordinasi dan meminta izin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan aksi nyata
  • Berkoordinasi dengan teman sejawat dalam menyusun dan melaksanakan aksi nyata
  • Sosialisasi filosofi Ki Hajar Dewantara dan program aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik kepada kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah secara luring
  • Sosialisasi kepada siswa tentang program aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik secara luring
  • Membentuk kesepakatan kelas atau keyakinan kelas secara luring
  • Siswa menjalankan program aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik

 

4.       Tolok Ukur Keberhasilan

  • Budaya Positif mulai diterapkan dalam lingkungan kelas, dimulai dari kelas yang terdapat guru penggeraknya 
  • Siswa mampu melaksanakan program aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik
  • Siswa tidak membawa plastik ke dalam lingkungan sekolah
  • Seluruh guru dan peserta didik dapat menerapkan budaya positif di sekolah dan lingkungan yang lain.
  • Siswa mampu bertanggungjawab mengelola kebersihan sekolah.

5.       Program Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari program aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik adalah selalu menegakkan kesepakatan kelas yang telah dibuat siswa dan selalu mengingatkan bapak ibu guru wali kelas untuk selalu membuat kesepakatan atau keyakinan kelas di tahun pelajaran selanjutnya sebagai langkah keberlanjutan program. Tindak lanjut yang lain adalah selalu menggaungkan aksi nyata budaya positif sekolah bebas sampah plastik di setiap kegiatan sekolah.

 

6.       HASIL AKSI NYATA


Berkoordinasi dan meminta izin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan aksi nyata



Berkoordinasi dengan teman sejawat dalam menyusun dan melaksanakan aksi nyata

 

 




Sosialisasi filosofi Ki Hajar Dewantara dan budaya positif di sekolah bersana kepala sekolah, pendidik, 
dan tenaga kependidikan secara luring

 

Sosialisasi Budaya Positif di kelas

Pembuatan Keyakinan Kelas


Penerapan budaya kelas untuk bebas dari sampah plastik

 

 


Demikian laporan singkat ini dibuat, semoga dapat menjadikan hal yang positif untuk saya sendiri selaku calon guru penggerak, SMK N 1 Karanganyar dan semua pihak yang dapat memanfaatkan ini dengan sebaik baiknya.

Salam Sukses selalu,

Guru Bergerak, Indonesia Maju.




Comments